Meniti Diri
Selembar perasaan jiwa kulayangkan untukmu
Cairan cairan hati rindu mengalir lengkung untukmu
Garis garis kehidupan selalu ada bila kau tahu ..tahu bahwa
aku menyayangimu
Racun di hatimu membuatku pergi, hilang, raip ditelan
Entah apa yang menelan hinggakan aku tertelan gumpalan duri
di hati
Resapi satu demi Satu semuanya dan akhirnya habis oleh mu
Hembusan cinta yang kucari akhirnya kutemukan
Hembusan rindu yang ku mau akhirnya lari padaku
Semuanya tercapai di benakku sebelum semua kau tuju
Perlahan demi perlahan kian mendekat di jiwaku
Jiwa, benak, hati dan diri
Semua terkekang, terbelenggu setelah semua itu di atas
Terjawab dan sampai di sini
Perasaanmu dan perasaanku hancur terberai disitu
Emosiku dan emosimu pecah antara nadi rindu
Kepedihan membuat luluh
Luluh dan naïf
Itu karena adanya pecahnya perasaanmu
Ingin hati ini
mencari tonggak untuk berdiri kembali
Tapi perasaan inilah yang selalu mempercundangi keinginan
dalam meniti
Semakin aku meniti
Semakin perih yang ada
Sebelum aku meniti
Emosi diri tak kunjung sadarkan diri… diri yang tak berujung
Berujung gelombang hati yang tak sanggup pecahkan iri
Iri yang tak berhenti kepada hati yang dicintai
Sampai saat ini atau
nanti
Entah apa yang kutiti
Menyepi diantara sudut hati bersimpang sepi, tapi masih
terkorban biarpun bekorban
Hingga apa yang terbeban hilang dari ingatan, dan apa yang
kutiti kembali menari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar