Translate

Rabu, 20 Agustus 2014


Meniti Diri
Selembar perasaan jiwa kulayangkan untukmu
Cairan cairan hati rindu mengalir lengkung untukmu

Garis garis kehidupan selalu ada bila kau tahu ..tahu bahwa aku menyayangimu

Racun di hatimu membuatku pergi, hilang, raip ditelan
Entah apa yang menelan hinggakan aku tertelan gumpalan duri di hati

Resapi satu demi Satu semuanya dan akhirnya habis oleh mu

Hembusan cinta yang kucari akhirnya kutemukan
Hembusan rindu yang ku mau akhirnya lari padaku
Semuanya tercapai di benakku sebelum semua kau tuju
Perlahan demi perlahan kian mendekat di jiwaku

Jiwa, benak, hati dan diri
Semua terkekang, terbelenggu setelah semua itu di atas
Terjawab dan sampai di sini

Perasaanmu dan perasaanku hancur terberai disitu
Emosiku dan emosimu pecah antara nadi rindu
Kepedihan membuat luluh
Luluh dan naïf
Itu karena adanya pecahnya perasaanmu

Ingin hati ini  mencari tonggak untuk berdiri kembali
Tapi perasaan inilah yang selalu mempercundangi keinginan dalam meniti

Semakin aku meniti
Semakin perih yang ada
Sebelum aku meniti
Emosi diri tak kunjung sadarkan diri… diri yang tak berujung
Berujung gelombang hati yang tak sanggup pecahkan iri
Iri yang tak berhenti kepada hati yang dicintai

Sampai saat ini  atau nanti
Entah apa yang kutiti
Menyepi diantara sudut hati bersimpang sepi, tapi masih terkorban biarpun bekorban

Hingga apa yang terbeban hilang dari ingatan, dan apa yang kutiti kembali menari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar