Untuk apa tuan pintar?
jika tuan tak gemetar jika melihat anak diseberang masih meminta-minta?
Untuk apa tuan Pintar?
jika tuan tak seperti halilintar yang mengejutkan dan membangunkan bahwa sadar tidak harus pudar..
buat apa tuan sadar?
jika tuan tak bisa sabar pada kabar kalau tuan harus dicecar
buat apa tuan ?
buat apa tuan gagah?
bila hanya kekuasaan yang tuan sembah?
bukankah hanya Tuhan yang wajib kita sembah jika kita ingin bermarwah?
Untuk apa tuan kaya?
jika tuan tak berdaya melihat saudara kita yang terluntalunta..
bukankah hakikat kaya untuk saling berbagi dan surga telah menanti?
Tuan.... untuk apa tuan?
pintar.. gagah..berkuasa dan kaya adalah suatu titipan?
pintar..gagah.. berkuasa dan kaya memang sebuah keharusan..tapi bukankah kita adalah hamba?
hamba yang hanya setara di mata-NYA... kita semua setara...
tak ada yang beda bila kita telah berada di liang sempit yg kita sebut kubur..
tak takutkah kita menjadi kufur disepanjang umur yang kita sendiri tak tahu kapan berujung?
Untuk apa kita takut?
bila kita masih akut dengan semua keduniawian?
bukankah Tuhan Sang Maha adil telah menciptakan dunia & akhirat sebagai tempat siapa yg hebat beriman dan siapa yang laknat?
Tuan...
ada beribu pertanyaan "untuk apa?"
tapi mungkin cermin yang paling tak jujur menilai untuk apa kita ada!
jika tuan kembali bertanya " Tahu apa saudara?"
maka Tuhan Tidak pernah sengaja menciptakan kita ada di dunia
yang pastinya...
" Kita harus Berguna"
"Untuk Apa?"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar